Copyright © amaliata
Jumat, 19 Februari 2010

Waspada penggunaan plastik!!!

-->
Beberapa hari yang lalu ketika saya berbelanja di salah satu mini market, saya melihat beberapa label yang bergantungan di langit-langit mini market tersebut. Di label gantungan tersebut terlihat sebuah gambar tas bahan yang bertuliskan GO GREEN. Hemm… Maksudnya apa? Itu maksudnya sekilas iklan yang mengampanyekan slogan “Kurangi Kantong Plastik”. Baru dengarkah? Kemana aja deh?

tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya dan resensi dari beberapa berita yang ada.

Sebagian besar dibelahan dunia sudah mengampanyekan slogan “Kurangi Kantong Plastik”.  Saya ambil contoh sebagai gambaran untuk anda. Di Amerika, jika ditemukan toko dan supermarket yang menggunakan kantong plastik sebagai media wadah, dikenakan denda sebesar USD100 (sekitar  Rp 1.000.000), itupun baru pelanggaran pertama, untuk pelanggaran kedua akan dikenakan denda dua kali lipatnya USD200 (sekitar Rp. 2.000.000), dan untuk pelanggaran yang berikutnya dendanya mencapai USD500 (sekitar Rp. 5.000.000). Wow wow!


Uniknya negara-negara di bagian Afrika sana, masyarakatnya itu dianjurkan menggunakan bahan tradisional sebagai media wadah untuk membungkus, sebagai contoh adalah daun pisang. Hampir mirip dengan masyarakat Indonesia yang menggunakan daun pisang sebagai media membungkus. Hemm.. Di Indonesia angka kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik saya rasa jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. 

Memang kenapa penggunaan plastik harus dikurangi? Bukannya plastik berguna sebagai media wadah disaat kita berbelanja?

Okeoke. Saya akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai bahaya penggunaan plastik dikehidupan kita sehari-hari.

Sebelum saya tela’ah apakah anda tahu bahan yang digunakan untuk memenuhi konsumsi penggunaan kantong plastik? Untuk memproduksi kantong plastik dibutuhkan 60 juta ton diseluruh dunia untuk bahan yang mengandung polyethyelene yang mengandung di plastik kresek.  Kalau untuk memproduksi 1 ton plastiknya dibutuhkan 11 barel minyak mentah. Sedangkan kelangkaan minyak sekarang sedang terjadi.

Di dalam plastik yang kita gunakan sehari-hari yang biasa kita kenal dengan kantong kresek  terbuat dari bahan polythylene/polietilena (PE). Bahan ini sangat berbahaya karena dapat merusak kesuburaran tanah, menghambat penyerapan air dalam tanah bahkan pada organ manusia sekalipun.

Berdasarkan sumber yang saya dapat, konsumsi plastik untuk satu tahunnya kira-kira bisa mencapai angka satu triliun. Rata-rata setiap orang dapat menggunakan 170 kantong plastik pertahunnya. Kalau lebih detail permenitnya ada sekitar 2 juta plastik yang telah dibuang, sungguh miris melihat angka penggunaan kantong plastik tersebut.

Pada plastik terdapat juga bahan kimia yaitu Bisphenol-A, doi adalah racun jahat berbahaya yang dapat mengganggu perkembangan syaraf, alat reproduksi dan tubuh kita. Yang lebih sadisnya zat berbahaya ini biasa kita temukan dikehidupan kita sehari-hari. Wah mesti waspada nih. Biasanya bahan ini terkandung pada benda yaitu wadah makanan, penutup makanan, dan juga botol susu bayi. Di Amerika dan Kanada pembuatan plastik untuk produk tersebut sudah dilarang. Bagaimana kah di Indonesia? Mungkin untuk beberapa saat anda tidak menyadari bahaya akan zat tersebut. Tapi, efeknya akan terjadi pada jangka panjang. Nggak mau kan nanti pas tuanya mengalami berbagai macam penyakit yang ternyatanya sebabnya kita sudah tahu dari sejak dini? Makanya kita harus mulai dari sekarang.

Oh, jadi mulai sekarang kita mesti memusnahkan plastik dong? Yasudah biar gampang yah kita kumpulin semua plastik lalu dibakar. Selesai. Gampangkan!
Wets wets… Anda jangan sembarangan  dulu. Semua ada caranya toh. Tidak dengan cara dibakar. Perlu anda ingat sekali lagi, sampah plastik itu jika dibakar tentu akan mengeluarkan asap, asapnya itu yang sangat berbahaya jika kita hidup, karena seperti yang saya jabarkan di atas tadi, terdapat beberapa kandungan racun yang berbahaya di dalam plastik itu. Lain cara memperlakukannya lain pula bahayanya. Bahaya yang terkandung dalam asap plastik menyebabkan gangguan kesuburan pada pria, mengganggu keseimbangan hormon estrogen pada manusia dan juga menyebabkan kerusakan kromosom pada tubuh kita.
Gila, ekstrim banget bahaya tuh!

Sampah plastik itu sulit diurai bung, apalagi di dalam tanah, membutuhkan waktu sekitar 500 – 1000 tahun lamanya untuk mengurai si plastik. Dan yang lebih merugikan lagi plastik juga dapat menghasilkan emisi gas pada rumah kaca yang jumlahnya terbilang besar. Ckck

Lalu bagaimana caranya yang tebat untuk memusnahkannya?

Hemm… Dari slogannya aja “Kurangi Kantong Plastik”, Dari sumber-sumber yang ada, saya belum menemukan cara memusnahkan plastik. Tapi untuk berpartisipasi mengurangi dampak dari penggunaan plastik itu ada beberapa cara. Sebelum  anda pergi berbelanja hendaknya anda tidak lupa membawa tas belanja sebagai pengganti media wadah plastik ketika berbelanja ke pasar, supermarket, toko buku atau tempat mana saja yang menyediakan plastik sebagai media wadah, anda sebaiknya anda menolak dengan halus. Jika anda ditanya mengapa?  Ya anda jawablah dengan pengetahuan yang anda miliki setelah anda membaca tulisan saya.

Beberapa peritel moderen seperti Carrefour dan Cicle K sudah menjual tas ramah lingkungan sebagai alternative pengganti kantong plastik. Lain halnya dengan toko The Body Shop yang sudah berani menggunakan kantong kertas yang 80% bahanya adalah daur ulang sebagai media wadah belanjaannya. Begitu pula Toko buku JBC yang menggunakan media kantong kertas sebagai media wadah.

Namun hingga kini para peritel pengelola belanjaan yang terbilang besar belum berani menggunakan kantong belanja sebagai pengganti kantong plastik.
Mengapa?
Lagi-lagi biaya yang tidak sedikit bung untuk berimigrasi kepenggunaan kantong belanjaan yang terbuat dari kain ataupun daur ulang. Menurut ketua umum  Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A. Stefanus Ridwan S, ”Jika pusat-pusat belanja meniadakan kantong plastik itu artinya mereka harus mengeluarkan biaya yang besar. Biayanya bisa meningkat 10x lipat”, curhatnya.

Sebenarnya tidak perlu memerlukan biaya banyak untuk beimigrasi dari plastik ke kantong belanjaan ramah lingkungan. Jangan menunggu negara kita seperti negara lain yang sudah diberlakukan larangan penggunaan plastik. Kita mulai saja terlebih dulu dari diri kita sendiri. Tidak memerlukan modal yang mahal kok. Kita manfaatkan saja tas-tas yang kita miliki. Entah itu tas kardus ataupun tas yang terbuat dari kain. Tidak sulit untuk memiliki tas tersebut secara cuma-cuma. Dari berbagai acara atau bahkan produk biasanya menyediakan tas kardus/tas kain sebagai media wadah, entah itu digunakan untuk menyimpan brosur, produk, atau makanan.

Kalau dipikir-pikir masalah sampah plastik tidak dapat didaur ulang, sebab kandungannya berbahaya begitu pula belum ada penelitian yang menyatakan sampah plastik dapat dimusnahkan. Menurut saya  untuk sekarang,  pemecahan dari kasus ini adalah butuh komunikasi yang bersifat mengajak, saya harap jika anda telah membaca tulisan saya anda dapat berbagi pengetahuan dengan teman atau orang di sekitar anda mengenai ini agar menjadi komunikatif dan terlaksana, begitu seterusnya. Jika anda memulai satu informasi saja kepada orang lain itu akan berdampak besar untuk kelangsungan hidup kita. 

Mari kita canangkan slogan “Kurangi Kantong Plastik”
STOP GLOBAL WARMING!!!

3 komentar:

  1. Yeah, go for green.. much more now a few hypermarket already done a great and a very green step.. they not give beg plastic for two to three days a week.. Malaysia

    BalasHapus
  2. thanks you. STOP GLOGAL WARMING bro. :D

    BalasHapus
  3. yups.. bedul banggett to sisst..
    Go green from ourselves.. :D
    GReat Information. .
    thxs..

    BalasHapus