Copyright © amaliata
Sabtu, 30 Januari 2010

the song in my life

heyho :) I just want a little talk about my favorite song. Singer named Musiq Soulchild. Real name is Taalib Johnson. He comes from Philadelphia, Pennsylvania, U.S. . Not much I know him, but I'm a bit knew his songs. The lyrics really touched my heart.

the song titled "if you leave me". I think this song tells of a man who arrogant character. He has a girlfriend whom he really love. Heavy to take it off and he was convinced that her lover was the best for him. But her boyfriend can not stand the his attitude. Her lover thinks that he can do best without him. Way of thinking between two different people.




lyrics of the song exactly the same as what I feel. I same as his character. the nature of someone's hard earned by others. become a perfect human being is not easy. but from the mistakes that have done will become a valuable lesson. it must be accepted slowly. because the nature of a person can not be equated with feeling. character can be disappointing, but the heart remains in one person. When we love someone who is very hard to forget, but he's hard to accept our character, we should correct ourselves. Because with it we can learn so much better.
Kamis, 21 Januari 2010

Green go go go go!

-->
Terbangun dari perjalanan di pulau kapuk tepat pada pukul 10 lewat 38 menit di 21 Januari 2010. Sungguh kebo-nya gue. Gue lagi hari tenang menjelang UAS. Setelah berkedip-kedip beberapa saat, ternyata lagi-lagi gue lupa membuka softlens yang masi nempel di mata sejak kemarin. Heeeem.. Syukur alhamdulilah untung mata gue nggak kenapa-napa.
Sembari gue mengumpulkan nyawa untuk benar-benar sadar, beberapa menit kemudian terlintas dibenak gue stasuin televisi METRO TV”. Ada apa hari ini dengan stasiun tv itu ia? Adakah sidang-sidang lagi yang ngebahas about Century Bank? Nggak lama kemudian, tangan kanan langsung menyambar remote tv. Ternyata lagi acara “Green Matter”.  Acaranya itu ngebahas tentang global warming di dunia.
-->

Beritanya tentang bencana di Filipina yaitu tanah longsor. Nah, ada pengusaha di Filipina inisiatif ngebuat media pencegahan dari bencana tanah longsor, menggunakan serat kelapa. Prosesnya adalah kelapa itu di hancurkan menggunakan mesin, hasilnya kepalanya jadi serat serabut-serabut. Terus serabutnya itu di lilit-lilit, sejenis tali tambang. Nah setelah menjadi tali, talinya dianyam seperti model jala buat nelayan-nelayan menangkap ikan itu loh. Nah kalo sudah jadi tinggal di pasang di tanah miring yang ada di pinggir jalan untuk menghindari resiko terjadinya tanah longsor. Cara ini menurut gue sangat alami. Nggak usah menggunakan bahan macem beton yang kurang ramah lingkungan.
Di Filipina lagi dikembangin tuh metode ini.  Tapi di Indonesia gue beloman denger deh yang kayak beginian deh. Oke oke. Yang udah baca ini tolong kasih tahu bapak-ibu, kakak-adik atau temen-temennya biar pada tahu. Soalnya gue coba search di mbah google juga beloman ada artikel kayak beginian.

-->
Terus ada lagi berita lain. Puncak gunung di Tibet yang orang-orang bilang Atap Dunia namanya gunung Everest, mencapai tinggi sekitar 29.035 feet ( hampir 9 kilometer) di atas permukaan laut. Tingginya kemudian direvisi lebih tinggi 7 feet berdasarkan pengukuran melalui GPS satelit pada tahun 1999. Ada seorang penduduk di sana tinggal. Dia bercerita kalo es di sana sudah mencair sejak empat tahun belakangan, kalo misalnya empat  tahun kedepan kita nggak menyelamatkan dunia dimulai dari hal kecil dengan stop global warming bisa-bisa sudah nggak ada lagi yang namanya gunung es deh.

Saya sih maunya jangan mencair, saya belum pernah kesana. Saya ingin sekali merasakan rasanya salju. Mengenakan jaket bulu-bulu. Menghangatkan diri di bara api saat salju turun. Saya harap gunung es punah itu hanya teori belaka. Amin.

Ayo dong, kita ubah mulai dari diri kita sendiri. Gue sih nggak sesempurna jadi manusia yang bersih. Tapi belajar jadi manusia yang bersih. 

-->
Sedikit bercerita tentang kebiasaan hidup.

Terkadang gue kalau makan permen, meraut, minum-minuman yang berkemaskan kardus, pasti sampahnya gue simpen, entah di kantong celana, atau bagian depan tas. Alhasil sampah itu numpuk, dan ada saatnya gue membuang sampah yang gue simpan itu.
Kalo sampah-sampah macam tempat bekas parfum beling, minuman botol, produk kecantikan, alat tulis yang udah nggak kepake, itu gue hancurin dulu kayak botol, gue belah jadi dua, parfum beling di hancurin dulu, atau alat tulis kayak pulpen di buat cacat dulu.

Mengapa begitu?
Karena orang Indonesia kebanyakan penduduknya pada nakal-nakal. Para pemulung menjual hasil barang pungutannya yang sikonnya masih layak pakai dengan harga tinggi kepenadah barang bekas. Adaaaaaaa aja orang yang nakal. Mereka membeli barang bekas dari para pemulung untuk diisi dengan hasil buatan tangan mereka, lalu dijual kembali. Ckckck….. Kreatif sih kreatif, tapi merugikan dan dosa tentunya. Sedih deh gue liat berita-berita kayak gini, yang lebih jelas tuh sering di reportase mengenai kejahatan-kejahatan yang kita nggak duga. Di situ beritanya jelas banget. Malah langsung dari mulut si penjahatnya. 
-->
Jadi gunanya kita menghancurkan barang yang akan dibuang itu adalah salah satu penyelamatan diri juga, lingkungan, dan dari orang-orang jahat yang memanfaatkan sampah untuk kesenangan dirinya di atas penderitaan orang lain bro.
Tanaman. Pentingan banget tuh ada di rumah lo. Walaupun itu cuman satu/dua atau tiga tanaman. Tanaman di rumah gue wajib ada. Papah suka banget sama tanaman.
Apalagi gue, dengan kebiasaan buruk gue yang berdampak baik bagi lingkungan dan alam semesta itu. Dari dulu gue sering, tapi sekarang udah lumayan jarang, yaitu mainan “tanah” di halaman rumah. Terdengar aneh memang, tapi coba deh sekali-kali lo mainan tanah, atau minimal menanam bawang merah atau cabe deh. Itu paling asik kalo berhasil. Karena gue selalu gagal, mati-mati melulu kalo nanem itu, jadi gue selalu berulang-ulang kali nanem sampe diomelin Mamah karena ngambilin bawang dan cabe terus di dapur. Pernah waktu itu pohon cabe gue berbuah, ada 3 cabe. Tapi masih kerdil tanamannya. Eh.. Nggak lama kemudian karena musim panas mulu jadinya mati deh.

Di rumah gue ada pohon kelapa loh. Tapi pohonnya nggak tinggi kayak kelapa-kelapa lainnya. Mau nyoba manjat tapi malu diliat orang. Karena rumah gue persis dipinggir jalan. Kan malu jadi pusat perhatian. Hihii 
Pernah nyoba bikin pupuk dari limbah daun kering?
Gue pernah. Gara-gara waktu itu gue nonton tayangan di tv, karena sangat kreatifnya gue,  jadi gue terapkan-lah di rumah gue. Gini caranya. Lo kumpulin semua daun kering yang ada di rumah lo, terus lo taruh di gentong/ember yang ada tutupnya deh. Langkah selanjutnya adalah ……. “berburu cacing”. Ini dia kegemaran gue yang banyak orang malah jijik. Cari deh tuh cacing secukupnya. Waktu itu minta cacing sama temen sekelas gue pas masih duduk di bangku kelas XI SMA. Percaya nggak? Padahal gue cuman curhat masalah tanaman soal pengen bikin pupuk sendiri, eh terus gue bilang ke dia, cacing di rumah gue langka banget di temukan. Eh dia malah menawarkan cacing ke gue. Besoknya dia bawalah ke sekolah. Sumpah! cacing-cacingnya gede-gede banget. Innalilahi, tiga diantaranya tewas di tempat karena kekurangan oksigen. Balik lagi ke benang merah. Masukan tanah sedikit demi sedikit ke dalam tong/ember, lalu dilanjutkan dengan memasukan sampah daun terus diaduk lalu masukan cacing-cacing tersebut deh kedalam adonan tadi. Ditutup. Jangan rapet-rapet. Nah minimal dua minggu didiamkan. Dan jadilah pupuk buatan sendiri.
Gue pernah membuat ini sekali. Selanjutnya nggak pernah lagi. WHY meng? Setelah saya membuatnya, halaman rumah saya berantakan, saya malas membersihkannya, saya lelah, alhasil diomelinlah kalo gue bereksperimen lagi. Ckckck..
Semua cara dari yang menjijikan sampai nggak masuk logika orang lain bisa ko kita lakukan untuk kebaikan lingkungan, asalkan itu nggak ngerugiin kita, orang disekitar kita, dan tentunya lingkungan kita. 
-->
Ayo kita selamatkan bumi kita dari ancaman kerusakan!!!