Copyright © amaliata
Rabu, 26 Mei 2010

Teori Warna

Ini adalah salah satu dari sekian mata kuliah DKV yang menyiksa diri. Kalo di kampus lain ini termasuk mata kuliah Nirmana, tapi di kampus gue ini adalah mata kuliah Teori Warna. Tepat pada semester I gue ngedapetin mata kuliah ini. Bangkrut adalah penderitaan awal. Kenapa? tak asing lagi jawabannya adalah uang kebuang cuman beli cat poster. Dalam mata kuliah teori warna teknik ngecat itu termasuk sangat penting untuk mempertahankan diri, karena salah-salah bisa jadi ngecatnya nggak rata, kecairan, dan lain sebagainya. Kuas juga menjadi salah satu pendukung dalam peperangan di atas kertas. Kalo udah lihay teknik ngecatnya ternyata nggak ngejamin juga dapet nilai bagus, masih banyak jurus lain yang harus dipelajari agar mendapatkan nilai bagus. Gradasi warna -> paling nyiksa deh kalo udah bikin ini, apalagi nyari gradasi warna dengan campuran warna lain. hemmm... semalaman penuh bahkan sampai mendekati jam perkuliahan gue ngerjain, aneh bin lebai apa takdir atau karena personalnya? Mungkin karena faktor X. Lalu hal yang penting lainya adalah jeng jeng jeng.... mengerti komposisi warna agar terjadi pergerakan. Ini bagian paling menantang dalam hidup (-_-") terlihat lebai tapi asli ngeselin kalo udah buat sehati-hati sedemikian rupa tapi jilainya jelek. rasanya mau mutilasi aja deh yang ngasi nilai.

Tips:
1. Mengerjakannya nggak boleh buru-buru, kalo bisa pake musik klasik, karena perlu kesantaian dalam mengerjakannya.
2.  Gunakan kuas yang terbuat dari bahan yang lebut, karena dapat menghasikan hasil yang baik pula.
3.  Hati-hati dalam mencampur warna dengan air, jangan sampai kecairan antara pencampuran cat dengan air.
4.  Pada pola penempelan jangan ditempelkan terlalu dempet, kasih spasi beberapa cm agar terlihat gradasinya.
5.  Buatlah bentuk pergerakan yang menarik pada gradasi warna, karena itu menentukan nilai.

Sabtu, 08 Mei 2010

Nirmana 3 Dimensi Ukiran


Pada Nirmana kali ini gue anggap yang paling sulit diantara yang lain. Karena eh karena nilai yang gue dapatkan nggak terlalu memuaskan. Ini adalah nirmana versi ukiran yang menggunakan bahan stroboard yang paling tipis. Cara pertamanya adalah membuat pola terlebih dahulu, kemudian potong-potong strobiard dengan ukuran kotak yang telah ditentukan, agar lebih mudah pada saat membeli stroboard beli berbarengan dengan teman-teman di toko kertas, ada referensi dari gue beli aja di toko kertas kemenangan di daerah kebayoran, disitu terkenal murah, kalau lo beli banyak bisa dipotong gratis dengan alat pemotong kertas. jadi nggak usah cape-cape motong-motongin kecil-kecil. Nah kalo sudah lo gambar polanya sesuai banyaknya pola yang diminta. Oiya tergantung dari dosen lo mau berapa tumpuk tuh. Saran dari gue buat pola yang nggak rumit, misalnya garisnya jangan ambil yang melengkung seperti yang gue buat, karena pemotongannya suliiiit banget. Emang sih kata dosennya yang berkelok-kelok lebih bagus cuman kalo nggak rapih ya sama aja bo'ong, jadi buat lo pada tetapin dulu dalam hati tentang polanya. Kemudia tempel menumpuk, gunakan lem fox sebagai perekat, dijamin kuat, kalo nggak mau rebek akibat efek lem gunakanlah double tip, tapi sayangnya kurang kuat dikarenakan permukaannya sedikit lebih tebal.
Oke. Itulah tips-tips dari gue, jangan sampai mengulangi kesalahan yang telah gue perbuat yaaa.
Good Luck! :D