Copyright © amaliata
Minggu, 26 September 2010

Kata Emosionalku II



Berkelanjutan dari apa yang dipendam, menumpahkan apa yang pernah terekam, menumpuk menjadi karya yang tak pernah direncanakan. 

Wahai Gusti. Engkau Maha Adil & Maha Pemberi. aku menikmati malam ini. mengobati sdikit luka hati. aku sangat menyukai ini. ku harap esok lagi :)
Wahai Tuhan. Lapangkan. Kuatkan. Hari ini dan keesokan. Aku pasrahkan. Aku Ikhlaskan. Apa yang sudah Engkau tuliskan.
Dia dianggap gila.ketika cerita imajinasi menembus ruang & waktu.bagai menyusun naskah hidup. kadang terbawa saat trlelap. bahkan jadi nyata saat terbangun.

Terlalu lama mengulur waktu hingga akhirnya hujan pun datang. dasar kau pembohong ;(
Cinta itu tak pernah angkat kaki. aku telah memintanya pergi. kamu telah usir berkali-kali. namun cinta berkata, "Coba tanya Sang Gusti."

Ketika terlelap, cinta menyelimutiku. layaknya menghangatkan jiwaku. menemaniku disaat bermimpi dengan nadamu, semu.

Layaknya pak guru yg mengisi nilai dilembar raporku dengan tinta merah, memperlihatkan ke dunia bahwa aku si tolol yang selalu mengulang kesalahan.

Berjalan, tersandung, merangkak, lalu jatuh.
Jarum-jarum langit telah berjatuhan. udara tak sungkan menikam raga. apadaya rembulan buram. ditemani langit hitam, suram. Hamba terdiam bisu. #KE

Suatu hari akan tiba ketika kamu main petak umpet terakhir kalinya. di sa'at mengumpat tak seorangpun yang menemukanmu. #KE

Setiap kali merindukannya, akupun pergi tidur, agar ia muncul, dihadapanku. ah, andaikata tahu itu mimpi belaka, tak mau aku kembali terjaga. #C

Walau aku tahu, bahwa ia tak akan datang disetiap malam lembut. ketika para jangkrik bernyanyi seru, aku tetap membuka pintu, menunggu. #C
Diujung pohon tinggi. dekat aliran sungai, suara burung bernyayi, memanggil pacarnya kembali. sepi saupi, ternyata mimpi. malam memilin hati #C

Betapa kuatnya tangisanku untuk melupakanmu. kau selalu menyelinap kepikiranku. ketika kau dengar nyanyian, tentu kau tahu, itu tangisanku untukmu #C

Kutahu cinta kau seterang siang. kutahu akhirnya kau meninggalkanku jg & ketika kau pergi, tak ada rantai yg bisa mengikatmu tetap disini #C


Dalam keelokanmu, aku belajar merangkai kata. tapi terkadang ketika mengenangmu, terciptalah sajakku. #KE
Tersenyumlah dan lupakanlah semua, daripada mengenangku terlibat duka. #KE

Paparkan semua apa yang kau rasa. katakan aku tolol, tak berguna. karena akulah kau terjaga semalaman. & karena akulah kau tak bahagia. #KE

Kini jiwaku masih menyimpan kobaran cinta itu. tetapi Tuhan melarang kau menderita karena ku & aku tak mau kau terbebani duka itu. #KE

Tanpa sepatah kata,tanpa harap,trkadang cemburu buta,memilih diam.cintaku penuh klembutan.smoga kau dapatkan cinta macam itu dilain masa #KE

Cintailah aku demi cinta itu sendiri, tanpa keegoisan, kenegatifan & kesombongan. dengan kepercayaan, cinta itu ada dalam keabadian. #KE
Kamis, 02 September 2010

Kata Emosionalku


   Awalnya menulis karena menyalurkan emosional dari perasaan, lama-lama jadi kebiasaan.

Paru-paru menyempit, kunang-kunang menari di kepala, mata terpejam erat, diri tiada daya.  

Sudut" tulang bersinggungan,tertekan menekan kulit hingga sakit,dini malam udara menusuk ke dalam,lemah daya ku hapadi,menghayalmu apalagi.  

Masa lalu.layaknya hantu. tak dpt dipegang, tetapi ada berkeliaran. Menakutkan, ingin berlari, tapi harus dihadapi berani.  

Detak waktuku bernafas. mengores langit dikala gelap. gaduh dibayangi sepiku. cair di bawah pandangku. meledak dalam diriku. siapa Aku. #sajak  

Disusun rapih bersih tanpa noda, hingga tak terlihat disekeliling.padahal nampak dipelupuk. that's you man!  

Bulan nampak cantik ditemani dengan satu bintang, tapi buatku itu tak seimbang. #aduadu 

Hey bulan, senyummu malam ini sangat sempurna hamparan langit gelap diselimuti beberapa bayangan awan putih yang belum terlelap jua. 

Ditengah malam jumat,dibawah pohon belimbing, ku duduk diatas bumi menatap hamparan langit berwarna abu-abu,silau aku mlihat-mu sprti itu. 

Udara malam menusuk kulit dan masi dengan bulan aku bertanya, mengapa engkau sendiri?


Kau seperti bulan, kadang muncul dihadapan, kadang mengumpat dikegelapan. ku harap kau selalu menemaniku dikala kesendirian #sajak 

Rembulan dikala sunyi senyap brjalan prlahan, siapa peduli. jika engkau, aku peduli. #sajak  

Sejenak tak menyadarkan diri dari kehidupan, aku mulai bermimpi ganteng.  

Dia hanya bisa memandangi.diam tanpa kata seolah bersembunyi.seolah tak peduli.namun sungguh berarti. #sajak

Kapan kita bisa introspeksi? Bila yg ada hanya angkuh hati? Mungkin tak tersadar diri. Namun kita perlu belajar dari perbedaan ini.  

Hempasan angin menusuk jari-jemari. daun" bergerak mengikuti irama. lalulalang terekam dibidang prsegi panjang & tertangkaplah seseorang.  

Dunia baruku amatlah seru. tiada biru hatiku, maupun kelabu. tak perlu malu-malu atau pun mencoba hal baru.aku sulit membuka lembaran baru, apalagi saru.  

Semestaku berkata. Tuhan adalah empunya. Segala doa terjawabkan pada waktunya. Tenang saja.  

Doa-doa telah terkumpulkan. Diluruhkan. Tuhan. Jadi kenyataan. Kadang terkabulkan. Kadang tertundakan. Kadang digantikan.  

Hari-hari telah berlalu, jauhkan dari rasa pilu, hapus bayang semu, hilangkan rasa ragu, jadilah dirimu, datanglah padaku. #september #sajak  

Aku jadi merasa terpuruk diperangkap. sesuatu masih terasa gelap. wahai Semesta kuharap dia tangkap. agar semua daftarku terungkap. #sajak  

Hai coklat. manismu pekat. aku seperti terikat. melihatmu di habitat. tawamu ketat. diamku terlihat. #sajak  

Langit hitam kelabu. pertanda mata mulai sayu. diam kau disitu. ku kan singgah dimimpimu. wahai kamu. tiap malam ku merindu. #sajak  

Senang ku melihat, matamu terjerat, apa yang ku surat, tentang si coklat. aku sangat terpikat, ingin terikat, tapi apa boleh buat, dia minggat.  

Mencoba menghilang sekelebat. tapi tak dapat. Coklat telah menelan hasrat. aku menyurat. lalu mengumpat.