Copyright © amaliata
Rabu, 09 Februari 2011

Kata Emosionalku V

 
Hanya bisa membendung perasaan kecewa, kini sang pahlawan berubah jadi sosok yang tak pernah kusuka, dan aku tak punya sang pembela lagi.
 


Mendekat, lalu hilang dari habitat. melihat, lambat cepat. jauh dekat dihampirinya ke tempat. terekam apa yg disurat. selalu dibaca hikmat.  

Genangan air berceceran, kilau langit menggemparkan, hatinya berkeliaran, hilangku pemberentian.  

Mataku sayu. seperti langit sekarang yang sedang memandangku saru. tangan lembutku terasa pilu. ingin mengadu. tapi tak punya waktu.  

Aku. dia. hijau. atmosfer pagi terasa sempurna didapat. siap aku menghadap. :)  

Senja telah menjemputku dalam ratapan.  

Langit malam ini segelap hatiku. sayu. menatapmu aku tak mampu. terlalu indah kau dibelenggu. hanya dapat merangkai kata syahdu.  

Ketika binggung, Engkau memberikan pertanda berturut-turut. tapi ketika muncul rasa yakin, pertanda itu sirna dimakan waktu. (1)  

Ketika mendoakannya. selang beberapa waktu, ia lewat dihadapan. ditempat yg tak pernah ia injak selama ini. (2)  

Pertanda tidak menjamin itu adalah jawaban. bukan juga untuk diacuhkan atau diragukan. tapi untuk dipikir ulang lalu dipertimbangkan. (3)  

Semilir angin menyentuh kulit putihku&hujan malam ini membunuh kata sepiku. Wahai Ilahi, datangkan ia dalam mimpiku dimalam yang basah ini.  

Mata mulai menderu. nadaku semu. inginkan senja meniduriku dan menatapmu dimimpiku. kapan kita bertemu? Hanya Tuhan Yg Maha Tahu.  

Saat telinga mendengar, otak mencerna, batin terisak. kau pernah belajar bahasa? ya tentu. maka ucapkanlah hati-hati.

0 komentar:

Poskan Komentar