Copyright © amaliata
Senin, 02 Mei 2011

Antara Asap - Sepedah - Bumi!

 
Gowes. Sepertinya udah nggak asing lagi kata Gowes, terutama untuk kalangan muda. hoho Gowes adalah istilah untuk bersepeda. Setiap Minggu, khususnya saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih ngetrandnya dengan sebutan Car free Day alias CFD yang biasa dilangsungkan di minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulannya mulai digemari, beberapa tahun belakangan ini para anak muda berbondong bondong ke bengkel sepedah untuk merakit sepedah fixie sesuai model yang diinginkan. Ada juga yang sibuk dengan komunitas Bike to work!, Bike to campus!, sampai ada juga Bike to school!. Tapi tingkat penggunaan sepedah untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari masih kurang. Karena kawasan Jakarta yang setiap harinya terbilang kota macet, banyak dari mereka yang berfikir tak aman, khususnya bagi para wanita. Terlalu banyak kendaraan bermotor yang ugal-ugalan, panas yang tak kunjung bisa dimaklumi, serta asap bus yang nggak bisa ditoleransi warna dan bau yang sering kali membuat sesak nafas.

Padahal, hikmah dari penggunaan sepedah itu sangat besar loh untuk Bumi kita tercinta ini. Jika semua orang di dunia meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor maka asap yang dihasilkan setiap hari juga dapat berkurang, dan mengurangi kerusakan lapisan ozon yang makin hari makin menipis. Sedih rasanya jika melihat beberapa tahun ke depan Bumi kita hancur perlahan. 

Di Jakarta  hampir setiap hari menjadi lautan asap. Kendaraan bermotor merupakan sumber polutan karbon monoksida yang utama. Kecepatan pembersihan karbon monoksida dari udara sangat lambat di wilayah perkotaan dibanding daerah pedesaan. Karbon monoksida ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan diapsorpsi di dalam peredaran darah. Itulah kenapa karbon monoksida akan berkaitan dengan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika karbon monoksida terhisap ke dalam paru-paru, maka ia akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini dapat terjadi karena gas karbon monoksida bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Iiih serem ya.

Saya rasanya omong kosong untuk uji emisi kendaraan bermotor, karena sampai sekarang pun program itu tidak terlaksana dengan baik.

Masih banyak lagi bahaya asap, apalagi untuk jenis asapnya sendiri banyak banget. Maka dari itu teman-teman, untuk mengurangi kerusakan Bumi kita, maka kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Gunakanlah seperlunya. Minimal berpartisipasilah setiap minggu dengan bergowes memperingati Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). 

Mari budayakan bersepedah!

0 komentar:

Poskan Komentar