Copyright © amaliata
Jumat, 29 April 2011

ARJUNI

Ini dia namanya ARJUNI, kembarannya ARJUNA.
Kamis, 28 April 2011

Melancong Indonesia, Pangandaran

Halo semua. Sesuai dengan janji gue pada artikel Tips Liburan Dihari Kejepit gue mau kasih LPJ nya nih. hehe. Dan kemarin gue pergi ke Pangandaran. Di mana sih Pangandaran itu? Nih petanya.


Pangandaran merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Ciamis dan Provinsi Jawa Barat.Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Ciamis berada pada posisi strategis yang dilalui jalan Nasional lintas Jawa Barat-Jawa Tengah dan jalan Provinsi lintas Ciamis-Cirebon-Jawa Tengah. 

Butuh perjalanan 10 jam untuk sampai di Pangandaran. Itu karena saat  berangkat tanggal merah, dan pastinya macet.  Tapi lo nggak bakalan nyesel, karena eh karena tempatnya keren banget. Di penginapan gue itu terletak diantara 2 pantai, tinggal jalan kaki sebelah kiri pantai timur, sebelah kanan pantai barat. Nah, ke Cagar Alam juga tinggal jalan kaki, banyak monyet-monyet berkeliaran, jinak sih, tapi jangan sampai lo bawa makanan dan minuman ke dalam Cagar Alam, karena mata para monyet ini jeli banget, sampai-sampai jepitan yang gambarnya buah juga diambil. Di dalam cagar alam sendiri banyak goa-goa, salah satunya Goa Jepang. Ada beberapa makam yang masih dipercaya orang sekitar sebagai makam keramat. Setiap hari Jumat keliwon sering diadakan upacara adat. Ada banyak goa, yang di dalam goa itu banyak batu-batu stalagtit dan stalagmit. Luar biasa indahnya, walau hanya bermodalkan senter untuk melihatnya. Hemmm... tapi banyak juga loh batu-batu yang memiliki rupa seperti makhluk hidup, contohnya tulung belakang manusia, paha ayam, onta lagi duduk, kerongkongan manusia, jagung, bahkan ada yang mirip muka pocong... serem yee, gue aja ga berani liat. Oiya, ada juga candi yang terkubur di dalam tanah, gue membuktikannya dengan berdiri di atas tanah tersebut. Wowww, kalo menghentakan kaki ke tanah seperti ada ruang kosong di dalam tanah. Tapi kata si pemandu, candi yang terkubur itu nggak boleh digali oleh pemerintah. kenapa? katanya biar tetap alami. Kalo menurut gue pribadi itu ga efektif, karena di candi itu kan ada sejarahnya, mungkin dari candi tersebut bisa kita terkuak sejarahnya ratusan tahun lalu, sehingga sejarah Indonesia pun makin kaya dan ada objek baru untuk menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara, ye kan? 

Terus setelah melewati pantai barat ,naik bukit, dan turun bukit tembusan dari Cagar Alam ini adalah . . . . Pantai Pasir Putih. Gile ini tempat ajib banget. Di Pangandaran ada 3 pantai loh yang berdekatan:
Pantai Timur.

Pantai Barat.
Pantai Pasir Putih.


Lalu, ada lagi tempat yang nggak kalah mengesankan...Apa itu? Green Canyon. Ini nggak kalah gile nya dari Pantai Pasir Putih. Jadi dari lokasi penginapan gue ke Green Canyon membutuhkan waktu 45 menit. Untuk masuk ke dalamnya mesti sewa perahu, 1 perahu itu Rp. 150.000 untuk 6 penumpang, tergantung besar perahunya, itu udah termasuk guidenya + pelampung. Di tiap perahunya sendiri ada tour guidenya yang memandu kita saat berenang di sana hingga kita balik ke perahu. Masuk ke dalam Green Canyon nggak bisa dengan perahu, karena banyak batu-batu besar, jadi harus full berenang pake pelampung. Di sini gue nyesel banget, karena apa? Gue nggak bisa bawa masuk kamera gue, karena karena kamera gue slr dan nggak punya pelindung air, jadi ditinggal di kapal, tenang... semua barang di kapal kita tinggal dijamin aman. Untung temen ada yang bawa kamera anti air, jadi berguna banget tuh dibawa. Berenang menelusuri Green Canyon asik banget, tapi harus hati-hati, karena intensitas tabrakan dengan baru karang itu 75 %, dan saat kita berenenang masuk arus airnya nggak bersahabat karena harus melawan arus, tetapi saat kita berenang kembali ke perahu tinggal ikuti arus airnya. gitu. Dan yang nggak boleh terlewati adalah loncat dari atas batu, lumayan tinggi, 5 meter ada kali ya. Tapi harus hati-hati ya, karena lumayan licin, pas banyak yang mau loncat, eh... kepeleset.

Yang paling jadi pilihan hidup saat lo liburan ke sini adalah . . . makanannyaaaaa. Enak? pasti! Mahal? paaaasti!! Nyesel? nggak!!! Pantangan? iyeeeee!!!! 90% Seafood. Kalo buat lo pada yang alergi seafood itu tandanya lo bakal rugi. Hahahaaa Paling enak malam-malam wisata kuliner ke Pasar Ikan. Wets, ini bukan pasar jual beli ikan terus di bawa pulang, tapi dimasak lalu lo dimakan. Seafoodnya masih fresh, lo tunjuk yang mentah ya tinggal nunggu mateng deh. Agak lama, maklum karena yang makan nggak lo azaaa. Dan jangan kebanyakan yaaa, karena buat yang punya kolestrol atau asam urat bagaikan pilihan hidup menikmati untuk ini. 


Tuh kan liat betapa ngilernya ngeliat udang ini. :/


Tips
  • Gunakan travel yang dianggap paling murah dan rincilah fasilitas apa saja yang didapat.
  •  Untuk keseluruhan jangan lupa bawa kamera anti air.
  • Gunakan kacamata renang untuk yang pake softlens saat berenang. 
  • Sedia plastik saat menuju Green Canyon, untuk melindungi barang bawaan dari air.
  • Bawa senter dan topi ke Cagar Alam karena ada goa yang sempit hingga kepala menyentuh langit goa.
  • Saat wisata kuliner ke Pasar Ikan, jangan lupa menawar, karena memang bisa menawar. Biaya makan tergantung perut masing-masing.
  • Sewa Sepedah buat jalan-jalan di pagi hari, sepedah gambreng (maksudnya yang 1 sepedah paling banyak ada 2-3 jok). Untuk sepedah gambreng 1 jamnya Rp. 20.000, untuk sepedah 1 jok Rp. 15.000. tapi inget, bisa ditawar. Datanglah lebih pagi, walo banyak penyewaan sepedah, kadang ludes disewa.
  •  Bawa celana pendek yang banyak.
  • YANG PALING PENTING. Ketika lo ditawarin wisata bawah laut naik perahu ke tengah laut, harganya Rp.10.000. Murah, Tapi dipikir dulu. Karena eh karena gue ditawarin, eh pas nyampe tengah laut dengan entengnya tuh nelayan bilang karangnya udah kering. Jadi dengan kata lain di bodoh-bodohi.
  • INGAT, SEMUA NYA BISA DITAWAR ASALKAN PANDAI MENAWAR.
Dan, 
Ini dia rombongan tour gue.
 

Well, buat lo yang binggung liburan yang akan datang gue merekomendasikan ini, dari sekarang harus menabung. kalo ada rekomendasi yang lain tolong share yaa.











Kamis, 21 April 2011

Tips Liburan Dihari Kejepit


Holiday. Tentu penting. Entah itu di rumah.jalan-halan di dalam kota, luar kota, atau luar negeri. No problem. Apa sih pentingnya berlibur? Tentu banyak.Memuaskan kepuasan batin. Memang semu jika dilihat, tapi, penting. Meghilangkan rasa penat oleh rutinitas sehari-hari, bosan, dan masih banyak alasan orang ingin meminta dirinya untuk berlibur.
Terlambat untuk liburan? Atau waktu liburannya tak sama dengan orang lain? Secara logika memang waktu aktivitas setiap orang bebeda-beda. Tapi, semua bisa diakali. Misalnya liburan dihari minggu pagi bisa diisi dengan bersepeda dengan teman-teman, menikmati HBKB (Hari Bebas Berkendaran Bermotor) atau biasa dikenal dengan Car Free Day. Mungkin diisi dengan hangout, ke clubbing, makan malam dengan keluarga, atau menginap di rumah teman? Atau ngambil paket tour ke luar kota bahkan keluar negeri bareng teman atau keluarga? Semuanya bisa.
 Tapi tentunya ada yang harus dikorbankan. Misalnya... bentrok sama waktu kuliah *curhat*. 


Walaupun lagi ada jam kuliah, tetep aja bisa liburan. Mau liburan disaat menjelang weekend ke luar kota? Tapi ada hari ke jepitnya, kira-kira gimana ya? Tenang. Kali ini gue bakal kasih Tips Liburan Dihari Kejepit.
  • Pilihlah waktu libur weekend, atau lebih enaknya tanggal merah menjelang weekend. Misalnya ada tanggal merah di hari jumat? Pergunakanlah dengan baik. Ke luar kota? Bisa banget! Persiapkan dari jauh-jauh hari tanggalnya.
  • Tentukan lokasi yang ingin dituju. Misalnya ingin ke luar kota ikut paket tour 3 hari ke Bali. Jika lo ngambil paket tour perhatikan juga tujuan rekreasinya kemana aja. Cek lokasi alangkah baiknya liat dulu di mbah google pemandangannya. Jadi tak ada kata menyesal untuk memilih lokasi.
  • Bugdet! Itulah yang paling penting. Tak ada uang ya tak terberangkat. Sesuaikanlah antara budget dan lokasi liburan. Jangan sampai pulang dari liburan boke.
  • Prepare sebelum liburan dihari kejepit itu tiba. Maksudnya? Oh gini, sebelum hari kejepit itu tiba, lo liat dulu ada mata kuliah apa? Ada tugas ga? Kalo mata kuliah itu penting banget, lo coba ngomong sama dosen bersangkutan, minta izin ikut di jam dan hari lain, dan bilang alasannya. Alasan itu bisa dibuat. Tapi yang logis-logis aja loh! Biasanya sih dosen ngijinin aja, soalnya ngeliat tekat kita ga pengen ketinggalan mata kuliahnya dia. Kalo bisa sih bawain dosen lo dengan sedikit oleh-oleh. Bukan nyogok loh!  Kalo ada tugas dan harus dikumpulin, jangan nekat yaa. Kumpulin lebih awal atau titip teman kan bisa!
  • Dan yang paling penting adalah persiapkan dari jauh-jauh hari barang-barang yang wajib dibawa tapi belom punya. Setelah lo tau mau ngapain aja di sana tentunya lo bakal  tau dong apa yang lo butuhkan sebagai barang pendukung dari liburan lo. Jangan sampai ketinggalan satu barang membuat liburan lo jadi kacau. Contohnya, jika lokasi liburan lo ke pantai, khususnya untuk penguna softlens tentu lo butuh kacamata renang supaya ga langsung kena debu ataupun lo aman dan bisa ngerasain main air di pantai.

Nah itulah sedikit tips dari gue, lebih tepatnya curhatan gue sebelum memulai liburan besok.
. Ada yang mau nambahin? Silahkan.
Untuk next nya gue bakal posting liburan gue? Kemana? Tunggu Postingan selanjutnya.


Rabu, 20 April 2011

Kata Emosionalku VI

sunyi senyap. kalbu menggelap. langit menatap. mimpi menghadap. mari mendekap. malam penuh harap.  

warna malam saru. hiruk pikuk beradu. alunan nada mengacu. tahu, tapi seakan tak tahu. hanya dapat mengadu. karna hamba malu. wahai biru.  

atmosfer menghampiriku. menghampiri lalu mendekapku. engkau... biru... dimalam yang kelabu, terkubur di alam rindu. padamu.  

semesta temani di kelap malam. terniang sosoknya dalam mimpi kelam. sesaat hanya terdiam. tersenyum. lalu kembali muram.  

langit teriak dikala senja. tercipta.tetesan air mata. apa guna hanya dpt meminta? raga jg harus usaha. karena selama kau hidup tiada jeda.
 
malam menusukku. melihatmu. tak mampu. terbaring kaku. siripmu saru. pilu. orange warnamu. maafkan tak becus merawatmu. ikanku. mumu.

rembulan terang. hangatnya menendang. sunyi menghadang. kau menghilang. aku menunggu pulang.
 
kau berbicara tanpa fikir. kadang khilaf dengan yg diukir. hanya menerima takdir. tanpa fikir ke hilir. hati yang dibombardir.  

terbaring sedikit kaku. digerakan,membisu. jari kaki terasa linu. sudut tulang seperti beradu. dlm hati mengadu. ngilu. apa lagi ingat kamu.
 

langitnya ngeblur. tetes air jatuh teratur. halilintar pun mendekur. aku... kabur.  

kontraksi otot leher menjerit. seperti dililit. kunang-kunang mengapit. lalu menyambit. dayaku sempit. terlalu rumit. tolong jgn dipersulit.

ia hanya mengatakan. lalu didengarkan. tapi, kenapa kau publikasikan? lalu ditertawakan, di depan. itu bukan lelucuan. melainkan rintihan.

sang fajar mulai menampakan diri. tak ada daya untuk berdiri. merangkak jatuh dan bangkit sendiri. mandiri.

hari ini diucapkan. esok dilupakan. sirna di genggaman. hadirkan ratapan. sunyi akan kehidupan. tenggelam di pemberhentian.

langitnya manyun. ragaku mengayun-ayun. bangkit kemudian melamun. pagi ini jakarta dingin minta ampun.  

hari tersandung. meraung. lalu binggung. tak dapat bersenandung. dikala mendung. membendung. saat semua berlangsung.  

kututup senja ini dengan sentuhan. tekanan. di persendian. jadi bahan renungan. harian. atau mungkin tahunan.  

dayaku tak ada setengah. menahan rasa untuk singgah. sungguh sangat lumrah. semuanya tumpah.  

harinya masih tabu. menikmati, kemudian semu. waktu terus berpacu. mengadu. lalu membisu. warnanya abuabu, jalan yang sedang dituju.



Jumat, 15 April 2011

It's Reality


"Ketika berjalan menikmati. Dipersimpangan jalan terhenti. Melihat pria tua melangkah dengan mata hati. Kanan kiri Ia dimaki. Sore yang memilin hati."

Suatu hari, ketika aku ingin pulang dari rumah temanku. Segeralah aku meraih ponsel dan mencari nomor “PAPAH”. Tanpa salam aku langsung berkata, “Papah jemput dong!”, ujarku manja. “Yah, Papah lagi nganter mamah nih. Kamu pulang sendiri ya?” kata papah. “Yah. Yauda deh!” jawabku bete.

Tersirat dipikiranku udah lama nggak melakukan ritual “Berjalan jauh”. Maksudnya? Ya, maksudnya berjalan dari titik mana hingga pemberhentiannya di rumah dalam keadaan berjalan kaki. Tujuannya? Pertama. Tentu untuk kesehatan. Seperti yang dicanangkan di iklan 1000 langkah perhari mencegah osteoporosis, walau masi mudah apa salahnya mencegah dari sekarang. Ya kan? Kedua. Melihat keadaan sekitar. Dengan kebanyakan rutinitas yang dikerjakan setiap hari, kadang melupakan keadaan sekitar kita, bisa saja kita mendapatkan informasi dengan kita berjalan kaki, kita jadi tau nama jalan, letak sebuah gedung / ruko, jalan tikus, dan lain-lain. Dan yang terakhir dapat mencegah insomnia, entah penelitian dari mana aku lupa, tapi kalo dicoba nggak ada ruginya juga.

Sore itu ku tempuhi daerah Tebet untuk mencapai rumahku, Kalibata, tentu terbilang cukup dekat. Dipersimpangan jalan cerita itu bermula, tepat di depan taman hijau, di depanku ada sesosok Bapak tua, kalo ditebak-tebak usianya sekitar 50 tahun. Dia mengalungi bungkusan-bungkusan kerupuk ikan tepat di tangan sebelah kirinya dan memegang tongkat di tangan sebelah kanannya. Ia berjalan perlahan, tongkat mengacu kiri dan kanan. Melihatnya timbul rasa kasihan. Ketika dipersimpangan Ia berbelok ke kanan. Di belakangnya diikuti CRV hitam berbodi mulus. Aku masih melihatnya dari belakang. Hampir saja Bapak tua itu diserempet si CRV, dengan membuka kaca si pengemudi berkata dengan kasar,
“Bego lo buta!” dan pengemudi itu langsung pergi.
 Bapak tua itu tidak menghiraukannya, lalu ia langsung beranjak pergi. Tiba-tiba kakiku tersentak untuk mengikuti Bapak tua itu. Mulai dari situ aku sedikit-sedikit memandunya dari belakang untuk sedikit demi sedikit minggir.
“ Awas pak, ke kiri dikit, ada mobil di belakang!” pintaku.
“Makasih de.” jawabnya ramah.
Tak lama kemudian Ia mengajak ngobrol. Ia memperkenalkan dirinya sambil melangkah tanpa menyebutkan siapa namanya.
Beliau nge-kost di daerah Kebon Baru, hijrah sendirian dari Bekasi Timur. Ia ditinggal pergi istrinya. Entah ada dimana sekarang. Sungguh ironis nasibnya. Akupun tak berani bertanya mengenai kelanjutan ceritanya itu. Dalam perjalanan aku mendengarkan ia bercerita.
Awalnya Ia berprofesi jadi tukang pijit di Bekasi Timur. Lalu, karena lama-kelamaan mulai sepi pengunjung, otomatis pendapatannya berkurang, Ia memutuskan untuk hijrah. Di sini Ia tinggal sendiri. Ia masih dengan profesi lamanya, yaitu tukang pijit tuna netra, Pagi sampai siang hari kadang keliling mencari pelanggan, kadang di rumah menunggu pelanggan. Sore Ia masih bekerja untuk menjual kerupuk ikan keliling. Sambil mendengar ceritanya aku pun berfikir dan bertanya-tanya, Bagaimana bisa Ia sampai ke sini? Apalagi dengan pekerjaanya yang keliling-keliling, memang hafal jalanan? Kalo kesasar gimana? Belum tentu kan Ia mendapatkan upah yang pantas? Bisa saja orang menipu dia.
Sesekali aku terdiam. Lalu Bapak tua itu berkata,
“Sampai sini aja de, rumah saya jauh!”, katanya dengan santun.
“loh, nggak apa ko pak, sampai rumah aja, nanggung!” kata ku dengan perasaan khawatir.
Ketika itu senja mulai datang. tak tega melihatnya.
Dengan mimik muka binggung ia bertanya, “Nanti ade pulangnya gimana?”
“Gampang ko. Tenang aja pak!” jawabku semangat.
Yang hebatnya Ia tahu dimana Ia harus berbelok dan kapan Ia harus menyebrang. Ingin sekali bertanya, tapi . . . . . tak enak hati.

Sesekali di jalan ada orang-orang yang memperhatikanku dengan muka bertanya, melihatku dengan bapak tua itu. Tapi . . . . . menurutku muka tanyanya mereka seperti ingin berkata “ih!”. Dan suatu ketika di jalan kami lewati sekumpulan satpam yang lagi duduk-duduk  di warung roko, dan salah satu satpam bertanya dengan nada yang menurutku . . . . . !
“Anaknya ya Pak? Kok kontras banget penampilannya sama Bapaknya yang buta!” ujarnya sambil tersenyum sinis.
Dalam hati aku langsung berkata “WHAT THE . . . !“, lalu aku langsung berkata dengan ketus “Kalo iya emang kenapa? Bukan urusan lo!”
Bapak tua itu tidak meladeni, hanya tersenyum.
Sembari melanjutkan aksi dagangnya, Bapak tua itu berteriak, “Kerupuk... Kerupuk... Kerupuk ikan”. Aku kembali berpikir, apa Ia kalo jualan gitu nggak rugi? kalo pembelinya jujur sih syukur, kalo nggak? Ditipu? rugi dong? Ya kan?
Tak lama kemudian Bapak tua itu bilang padaku, “De, rumah saya sudah dekat tuh, ada disebrang jalan sana, ayo nyebrang!” dengan nada mengajak.
Aku? Kembali terheran-heran sambil berkali-kali memperhatikan mata Bapak tua itu. Dia  akting apa bukan sih. Pikiran tolol. Aku pun menjawab, “Mari Pak!”

Memasuki gang sempit dan Bapak tua itu disapa oleh orang-orang disekitar gang tersebut.
“Pulang Pak?”.
“Ati-ati Pak”.
“Mampir dulu ayo Pak!”.
Lalu si Bapak menjawab sapaan dengan ramah sekali.
Wah, ternyata Bapak tua ini banyak temannya. Dan yang bikin aku berkata “HAH!” lagi, dia tau belokan dan berhenti persis di depan gerbang kost-kostan rumahnya.
Lalu Ia pamit masuk dan berterima kasih kepadaku, “Makasih de, udah dianter pulang, jadi ngerepotin!”, katanya dengan polos.
“Oh gak apa pak, kan sambil jalan-jalan sore!” ujarku ramah.
“Ini de, (sambil menyerahkan kerupuk) ada kerupuk buat ade, nggak seberapa, dibawa pulang ya!” tawarnya padaku.
“Nggak usah repot-repot pak, makasih!” Kataku menolak dengan santun.
“Sekali lagi makasih ya de, Oiya ini ada kartu nama saya, kapan-kapan main kesini ya de!” sambil mengambil dari saku bajunya.
“Oh iya, makasi ya pak, saya pamit, assalamualaikum” kataku.
“waalaikumsalam” balasnya.

Aku berjalan pulang lalu memandangi kartu nama tersebut.
PANTI PIJAT “FAMILI SEHAT”
Tenaga : Pria dan Wanita – Tuna Netra dan berijazah.
Menerima Panggilan / Di tempat.
TASWID
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Sekilas itu isi kartu namanya.

Luar biasa semangatnya. 
Dari kekurangannya yang tak dimiliki semua orang dapat memotivasinya untuk bertahan hidup.

Tugas          : Cerita Pendek
Mata Kuliah : Sinematografi
Dosen         : Tommy Broto
Senin, 11 April 2011

MAKAN URAB 3. "SPACE : BEHIND THE EARTH!"

Tanggal 9 April 2011 kemarin Sekolah Tinggi Desain InterStudi ( STDI ) untuk kembali menggelar acara tahunannya, pada kali ini yang ketiga kalinya.  MAKAN URAB 3 ( Musik AKustik ANtar jURusan untuk keAkraBan ). Sebagai penduduk bumi kami memberikan wadah menumpahkan kreatifitas yang terinspirasi luar angkasa pada MAKAN URAB 3 kali ini kami yang mengangkat tema SPACE: BEHIND THE EARTH!, ujar Jaka Dinar sebagai ketua pelaksa. Kampus yang betempat di Jl. Kapten Tendean No.2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini memulai aksinya pukul 09.00 wib dan dimeriahkan berbagai acara yaitu Pameran 4 Jurusan  ( Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Busana, dan Desain Multimedia ), Instalation art, Urban art, Live music, Indobeatbox, Games competition, Mural, Pameran foto dari ISO Photography, Cosplay, Games, Fashion show dari jurusan desain busana STDI, Gallery Klastic, Dance performance, Bazar dan masih banyak lagi. Yang sangat menarik perhatian adalah dekorasi ruangan, khusunya ruang pameran yang khusus dibuat seperti luar angkasa. Hingga pukul 22.30 wib dipenghujung acara berlangsung meriah dengan performance band dan pesta kembang api. (amelksatria)





 
Perform Grafitti & Mural
Perform Grafitti & Mural

Parade Tsuhoku *kalo gasalah namanya*


Dancer Universitas Sahid



NadyaPink
Art Space
Beatbox
Panitia Makan Urab 3
Panitia Makan Urab 3