Copyright © amaliata
Selasa, 24 Desember 2013

Permainan Imajinasi

Sebentar lagi waktu itu tiba. Waktu yang dinanti banyak orang, yaitu perubahan angka tiga menjadi empat. Hampir dari sebagian besar manusia di muka bumi punya rencana dan harapan besar untuk pergantian angka itu. Begitu pun dengan saya.
Tak terasa sudah bertemu dengan bulan di akhir tahun, lagi. Waktu memang terasa cepat. Hampir sembilan bulan tugas akhir pun belum juga berakhir. Saya terlalu sibuk menyalurkan keinginan dan pekerjaan, hingga lupa kewajiban. Seperti itulah saya di 2013, dan saya muak mengulanginya lagi di tahun pergantian menjadi angka empat. Saya tidak jauh-jauh berharap di 2014 jadi lebih baik, tapi hari ini harus lebih baik dari kemarin, because we never know what happen with tomorrow, still life or die. And show must go on.

"Aku.. kamu... kita... apakah akan berdampingan di 2014? Atau hanya wacana untuk melengkapi antariksa di setiap senja. Terlalu banyak perumpamaan yang ku tulis dalam benak, tapi tak pernah selesai ku rangkai dalam kesatuan utuh, cerita."

Hampir setiap malam membuat resah, dan sering berimajinasi. Apa Anda juga seperti saya? Setiap malam imajinasi itu mengalir menjadi rajutan cerita, satu malam satu episode yang tak pernah terduga dan direncana. Semua mengalir begitu saja. Bahkan saya bisa membayangkan bagaimana interior, tempat, raut muka si aktor, bahkan soal rasa sedih atau senang adegan itu. Sedari kecil imajinasi saya sudah tak terbendung, tepatnya hingga kini. Seperti membayangkan bentuk awan menjadi sebuah muka yang memliki lekukan wajah, sebuah tissu yang tak sengaja terlilit kemudian di imajinasi saya seperti bentuk mayat dikemas dengan kain kafan, bahkan beberapa detail tekstur cat ditembok kamar seperti relief di candi dengan ukuran mini. Menurut Anda apakah ini sebuah penyakit? Terkadang saya merasa resah dengan tingginya imajinasi yang dicapai karena seperti membentuk angan-angan. Tapi saya suka merangkainya jadi sebuah alur cerita, sayangnya tidak pernah selesai karena selalu dibinggungkan untuk memilih akhir cerita seperti apa, jadi sebelum cerita berakhir saya selalu berlombat ke cerita baru, dan begitu seterusnya. Entah sudah berapa cerita yang dirangkai. Apakah ini sebuah penyakit? Imajinasi yang sering menggerus waktu untuk berlama-lama di atas kasur, dan bermain ego di dalamnya. Tidak jarang pula imajinasi itu terhubung ke alam mimpi dan terus mengalir hingga terbangun, tapi sayang, mimpi itu penuh kejanggalan karena saya tidak memegang kendali saat bermimpi, dan ketika terbangun saya sering lupa kelanjutan dari imajinasi ke alam mimpi. Apakah ini sebuah penyakit? Beri tahu saya jawabannya.
Kamis, 28 November 2013

Hii...

Sketch w/ Samsung Galaxy Note 2

Selasa, 17 September 2013

Penjelajahan Karimunjawa

Yuhuuuu .. Hai hai, kali ini gue mau berbagi pengalaman traveling ke Karimunjawa. By the way, 2013 udah familiar belom ya traveling ke Karimunjawa? Hmmm... Kayanya sih belom ya. Karena tercetus tujuan ke Karimunjawa berawal dari nyokapnya temen gue dinas disana, dan doi selalu spoiler kalu disana indah banget. Siapa yang ga risih digituin terus? Dengan tekad yang penuh kami putuskan sebulat-bulatnya untuk traveling kesana. Dibilang cewe kuat sih bukan, tapi daripada tunggu-tungguan dan  makin penasaran maka kami putuskan untuk berangkat berempat, maunya sih dibilang traveling cantik tapi apa daya kami ga cantik :") (secara fisik). Dan kami selalu berperinsip untuk berani bepergian kemana pun karena Tuhan selalu melindungi kita! :) *cieileh


Sebelum pergi cari tau dulu dong gimana skema meluncur kesana. Secara duit anak kuliahan pas-pasan, apa lagi sedang menjalani Tugas Akhir yang gak kelar-kelar hehe.. Tapi tour guide, tanpa perantara, tanpa embel-embel kami berangkat dengan percaya diri dengan hasil kepo extra sebelum berangkat. Sebenernya awalnya ragu untuk cuzz ke Karimunjawa, karena hasil pantauan kepo ditwitter banyak yang bilang ga bisa pulang atau ga bisa nyebrang di pelabuhan jepara gegara ombaknya tinggi. Ada pula yang sampe nginep di pelabuhanlah, ada juga yang ketahan berhari-harilah sampe kantong kering, secara di pulau karimunjawa ndak ada atm. Yaa... namanya juga udah ngebet, mau gimana lagi? Kami pun hanya bermodalkan doa dan berharap keajaiban. Dan doa anak soleh nggak pernah bo'ong, Terima Kasih Tuhan! :'D


By the way, dari tadi ngomongin Karimunjawa,
Tapi, do you know ndak, where is Karimunjawa? :o
"Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten JeparaJawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan MuriaLegenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun."
Sumber: wikipedia
Salam dari petualang antik :3
Langsung aja ya dimulai ceritanya, hehee
Saat itu kami memutuskan untuk let's go to Karimunjawa tanggal 10 Oktober 2015, berangkat dengan Bus Santika dari Terminal Kampung Rambutan ke Terminal Jepara. Cukup dengan membayar 150.000 rupiah kami mendapatkan Bus dengan fasilitas yang lumayan enak lah. Apa aja? a) Bus nya ga sempit, alias penyangga kaki bisa dinaikin, b)  Bisa bobo sambil ileran, gegara dapet bantal dan selimut. c) Dapat makan berat di rest area, jadi gausah ngeluarin uang lagi. 
Kenapa naik Bus, kenapa nggak naik kereta aja pelabuhan jeparanya?
*pengen banget ditanya :p 
Jawabannya: Karena deket jepara nggak ada stasiun kereta dan kalo naik kereta mesti lanjut naik bis lagi, terus mesti ngejar jam kapal nyebrangnya, takut ada yang delay makanya Bus paling aman (waktunya).
Kami berangkat dari Terminal Kampung Rambutan sekitar jam 4 sore dan tiba di dekat Pelabuhan Kartini, Jepara sekitar jam 5.45 pagi. Lalu karena Bus nya nggak masuk langsung ke dalam pelabuhan kami harus menyambungnya dengan "Becak". Yeay.. love it! 
Tapi kasian sih, secara bawa keril jadi berat genjotnya :(
tarif becak 5-10ribu rupiah dari depan komplek sampe Pelabuhan Jepara
Ngetem sebentar di Pelabuhan Kartini, Jepara sambil nunggu penjaga tiket Kapal buka kami bersih-bersih diri dan kepo sama daerah situ. Ada satu kamar mandi yang berfungsi. Loket tiket kapal dibuka pukul 6 pagi. Dan kapalnya baru datang jam 9. Katanya sih orang-orang nyebut Kapal Ferry, kalo kaya diberita-berita Kapal Ferry mah gede atuh, ini mah Kapal Ferry versi "sedeng". Sebenernya ada beberapa Kapal lain yang lebih exclusive yang berangkatnya cepet dan kapalnya speedboat, maklum lagi-lagi karena kantong mahasiswa yang serba perhitungan jadi kami pilih yang paling murah. Kapal KMP Mutiara dengan waktu perjalanan terpanjang adalah 7 jam, dibandingkan dengan kapal penumpang lainnya, seperti Kartini atau Santika yang hanya butuh waktu 1,5 - 2 jam saja. Selain penumpang yang diangkut, Kapal KMP Muria juga membawa sepeda motor, mobil, truk dan bahkan mobil sayuran, mungkin itu sebabnya kecepatan perahu rendah. Harga tiket only 44.000rupiah dan kapal lainnya mulai dari 100.000 seperti kapal Bahari atau Santika. Sepanjang jalan angin laut dan pemandangan luar biasa. Disini juga ada penyewaan tikar untuk tidur untuk bobo 10.000rupiah, tapi karena kami bawa sleepingbag jadi ga mesti nyewa-nyewa lagi. 
suasana menyebrang siang bolong
bobo unyu di kapal
Dan ketika kami tiba di Karimunjawa dengan lelah setelah perjalanan panjang, itu terbayarkan! Kalian bisa lihat dari kapal dengan pandangan yang jelas dari laut, hampir terlihat laut karang. Ini lebih indah dari yang dilihat dalam gambar ini! : ")))
Persiapan mau take off 
Alhamdulilah.. Kami adalah orang-orang yang beruntung. Pas tiba dan ingin mencari losmen eh ada seorang kakek-kakek tua yang mendekati kami, Pak Abas namanya, ia menawari kami homestay termurah, bayangin cuma 75.000 rupiah permalam dengan fasilitas kamar mandi di dalam, tempat tidur dengan ukuran ekstra dan kipas angin. Kami juga dapat menikmati fasilitas umum seperti dapur, tv, air minum dan jemuran. 
Pak Abas baik banget, ia adalah pemandu kami selama di Karimunjawa dengan Bentor "Becak motor". Duh jadi inget Kakek, belom pernah ketemu huhuu.. mungkin baiknya kayak Abas. *ohh.. poor me :(

Kami sewa sepeda motor untuk jalan-jalan di sekitar Karimunjawa, untuk mengunjungi beberapa pantai dan kami eksplor sendiri lokasinya. Sewa motor hanya 60.000rupiah dari pagi hingga sore. Tenang aja, disini ga ada yang namanya maling motor, apalagi culik-culikan. Wong Pulaunya segini-segini aja.. Mau lari keujung juga ketauan :p


Nirwana's Beach
 


Tanjung Seloka's Beach


Mangrove forest

Tanjung Gelam, you can see the sunset
Malam sebelumnya kami bertanya-tanya tentang sewa perahu dan peralatan snorkeling. Dan lagi kami sangat beruntung karena kami mendapat harga terbaik, hanya 560.000rupiah untuk menyewa kapal (Rp 400.000.) Ke pulau-pulau dan peralatan snorkling (Rp 160.000, -. Untuk empat orang) / hari, kita tidak bergabung dengan kelompok lain, hanya kita dan dua nelayan yang menuntun kita, merasa istimewa daripada yang lain. hihiii :3
Cemara Kecil's Island


Captive shark
Selama di Karimunjawa, kami dibawa peralatan masak, seperti kompor untuk kemah dan hicook. Untuk apa? Hanya untuk meminimalkan anggaran yang kita keluarkan dan juga kami telah menjadi kebiasaan ketika bepergian ke suatu tempat, kita harus memasak sesuatu bersama-sama, ini moment seru buat kami. :)
soup tomyum homemade. Belanja harga cumi-cumi  cuma 18.000 untuk 1,5 kg. : ")))
harga ikan tuna 6 ekor cuma 22.000rupiah (mentah). Hasil olahan sendiri. Murah dan lezat! :'))


Sunset at Bukit Jokotuwo




Sunrise Dermaga Karimunjawa


Dan kami kembali ke pelabuhan untuk kartini hanya membayar Rp. 44.000, - untuk KMP. Kapal Muria dan kemudian melanjutkan liburan di Semarang.

We spent the time:
Tuesday - Wednesday, 1 day to travel Jakarta - Jepara ( 4pm-5.45am )
Wednesday - Sunday, 5 days 4 nights in Karimunjawa
Sunday, Karimunjawa - Jepara ( 8am - 3pm  )
              Jepara - Semarang      ( 3pm - 7pm  )
Monday, roving semarang        ( 10pm - 6pm )
             Semarang Poncol - Jakarta ( 7pm - 2pm )
You can't hit the traveling due to time and budget to Karimunjawa? 
Keep calm and Good beside you! o:')



Have a nice traveling guys! 
Remember, Indonesia is GOOD! :")
Sabtu, 31 Agustus 2013

Wonderful Indonesia

Hello guys, this time i want to tell you about "Wonderful Indonesia". This is about videos from Indonesia.Travel . 
It's about Indonesian and millions culture. Every week Indonesia.Travel are routing to share video's about "Wonderful Indonesia". Started from Indonesian capital to cool areas that exist in the various islands, it's that if Indonesia open our eyes more beautiful than the video on the share. Indonesia.Travel is holding Quiz "Caption - Like -Share"  that the winner will get a cool camera gifts.

I think the best quotes for us for travel,,, 
"Work fun, travel more!"

In the Video of Indonesia.Travel many already give some info to the cool places in Indonesia that you can go. Well, there was a note under the video footage of the location shown in the video, you can enjoy if you come! Happy watching guys ;)

Wonderful Indonesia | Jakarta

Capital of the Republic of Indonesia , Jakarta is a huge, sprawling metropolis, home to 9 million people. During the day the number increases with another 2 million as commuters make their way to work in the city, and flock out again in the evenings.
Location: Jakarta, Thousand Island, Old City Jakarta, Fatahilah Museum, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta shoping Center, Concert Gelora Bung Karno, Java Jazz, Jakarta Convention Center, Betawi, Muara angke, Chinese Heritage, Dutch Heritage,Pencak Silat, Taman Impian Jaya Ancol, Keong Mas, Jakarta Bay, Fashion, Night Life, Fine Dinning, Street Food, Laisure, Monumen Nasional, Tidung Island, Pramuka Island, Hotel Indonesia Rundabout, Sunda Kelapa Harbour, China Town, Glodok, Tradisional Market, Ragunan, Indonesia. 
Wonderful Indonesia | East Java

East Java might be the least populated area in Java island, but its charm and unique terrain will captivate its visitors. Capital of East Java province, Surabaya, is a cosmopolitan city and you can find any comfortable surroundings and facilities there. However within a short trip you might be tempted to enjoy the natural charms such as climbing Mt. Bromo and enjoying fabulous sunrise there or probably trying to conquer Mount Semeru, the highest mountain in Java (about 3676 meters above sea level).Some parks are available for those who prefer natural surroundings. An island on the eastern part of Java called Madura is also famous for its distinct culture and bull races of karapan sapi, usually held in August and September every year. 
Locations : Mount Bromo, Bromo Tengger Semeru National Park, Reog, ponorogo, Karapan Sapi, Malang Batu, Surabaya, Sunrise Bromo, Suramadu Bridge, Candi Singosari, Lautan Pasir Bromo, Upacara Adat Kasada, Pulau Madura, Bangunan Bersejarah, Chinesse Haritage, Toko Oen, Arsitektur Kuno, Gamelan, Rafting, Apel Malang, Kuda Lumping, Kuliner Lokal, East Javanese, Ijen Crater, Surabaya, Take It Easy in Malang, Singosari Temple, Trowulan, World's Best Surfing at G-Land, The Ampel Mosque and the tomb of Sunan Ampel, East Java, bayuwangi, BATU: Vacation City in East Java's Mountains, dubbed "Klein Switzerland", jember,balekambang beach, sempu island malang, The Surreal Madakaripura Waterfall, vestige of the great Majapahit Kingdom, jawa timur, apel malang, ponorogo. 

Visit Indonesia | Wonderful Indonesia

Locations : Mount Bromo, Bromo Tengger Semeru National Park, Reog, ponorogo, Karapan Sapi, Malang Batu, Surabaya, Sunrise Bromo, Suramadu Bridge, Candi Singosari, Lautan Pasir Bromo, Upacara Adat Kasada, Pulau Madura, Bangunan Bersejarah, Chinesse Haritage, Toko Oen, Arsitektur Kuno, Gamelan, Rafting, Apel Malang, Kuda Lumping, Kuliner Lokal, East Javanese, Ijen Crater, Surabaya, Take It Easy in Malang, Singosari Temple, Trowulan, World's Best Surfing at G-Land, The Ampel Mosque and the tomb of Sunan Ampel, East Java, bayuwangi, BATU: Vacation City in East Java's Mountains, dubbed "Klein Switzerland", jember, balekambang beach, sempu island malang, The Surreal Madakaripura Waterfall, vestige of the great Majapahit Kingdom.

Wonderful Indonesia | Bali


Bali has been the favorite destination for locals and international tourists for ages. Bali has been the favorite destination for locals and international tourists for ages. Full of magnificent beaches, breathtaking sceneries, marvellous trinkets and interesting culture, Bali is ideal for people wanting to escape from daily activities, enjoy a honeymoon, or even, have a great time with family and friends.
Locations: Bali, Travel Leisure, Ubud, Uluwatu, Pulau Seribu Pura, Hindu Culture, Seni Pahat, Tari Kecak, Tari Pendet, Surfing, Diving, Snorkling, Water Sport, Honeymoon, Karma Kandara, Sea Walker, Jimbaran, Kuliner, Spa, GWK, Nightlife.

Wonderful Indonesia | Tanah Tojara, Makasar

On the westernmost tip of the Island of Flores, the town of Labuan Bajo, or also spelled Labuhan Bajo sits peacefully: a small fishing site with surprisingly comprehensive tourist facilities. The central logic for its wide range of amenities is the extraordinary interest of travelers to the existence of the Komodo dragon, locally called ora, if not for its superb national park that encompasses.
Locations : Komodo National Park, Labuan Bajo, Diving, Snorkling, Spot Penyelaman, Underwater Beauty, Gili Laba, Pantai Pink, Pink Beach, Goa Kelelawar, Trekking Komodo, Kadal Raksasa, Komodo, Rinca Island, Kanawa Island

Wonderful Indonesia | North Sumatra



Home to a diverse array of cultures and a fascinating kaleidescope of Indonesian life, the region of North Sumatra has many wonders to explore. North Sumatra's specacular natural beauty spreads from the magnificent Lake Toba, the biggest lake in Southeast Asia, to the jungle of Bukit Lawang which organgutans make their home. The natural and cultural wonders here make this is a region to come and have a true adventure
Locations : Danau Toba,Istana Maimun,Samosir,Gunung Lauser,Tari Tor-tor,Ruma Bolon,Ulos,Bukit Lawang,Orang Utan,Sipiso piso,Taman Nasional Gunung Lauser,Desa Tuk-tuk Siaandong, Samosir,Patung Sigale-Gale,Makam Raja Sidabutar,Rumah Adat Batak Toba,Desa Tomok,Kain Ulos,Kerajinan Tenun,Bentor,Kuliner,Keragaman budaya,Arsitektur Sejarah, Sumatra.

Wonderful Indonesia | Tanah Tojara, Makasar

Locations : Tana Toraja, Makasar, Sulawesi, Wisata Budaya, Wisata Magis, Upacara Ritual, Orang Mati yang Hidup, Lemo, Londa, Kete Kesu, Rantepoa, Rambu Solo, Upacara Adat Kematian, Rumah Adat Tongkonan, Batu Tumonga, Anyaman Tradisional, Lumbung Padi ( Alang ), Benda Adat ( Patung,Keris,Kain), Cafe Festifal 
What do you think of this video? I think Video of Wonderful Indonesia Indonesia.Travel is inspiring to me to do more travel and record it on video like this, share in Youtube as the love of my appreciation of the beauty that is owned by Indonesia! \o/
Selasa, 27 Agustus 2013

Indonesia Independence Day 68th

Hello friends! I want to tell you about my experience in Indonesia's independence day. I had never thought I will enjoy independence day on the summit of the mountain. Because it sounded interesting so I decided to join.
This time it is not known as Mahameru or climb Rinjani. Because many people celebrated Independence Day in Mahameru so I didn't choose famous mountain. My friend recommend Mount Prau, Dieng Plateau, Wonosobo, Central Java. Not too high, just 2,565mdpl. And Just hike most rapidly during the 2 hour. Sounds interesting and practical. So I was tempted to join my friends. We just four person, two women and two men. And we do not know each other close, it sounds weird but it made ​​me actually unique and not boring. At the station a bunch of people who use a lot of carrier bags, none other than they would want to go up the mountain as well. One of my friends including slang, he accidentally met his ascent to the same majors to Mount Prau, their entourage of BPI forum (BackPacker Indonesia) consists of five people, four men and one woman. And we decided to join.

At Purwakarta's Station
We set out on a night train, 22.30pm on August 16, 2013 by train to Purwakarta named "SaungGalih Lebaran", the train-fare business Rp. 50.000, - fairly cheap right? Because the promo tickets purchased end of July. 
Some of my friends suggested to take the bus because the majors Wonosobo closer to Dieng. We arrived at the Purwakarta Train Station at around 3.30am. Spliced ​​to ride public transportation to the Wonosobo terminal  pay around Rp. 37,000 / person. Purwakarta trip - Wonosobo takes about three hours. In Wonosobo terminal we immediately bought tickets to go home by bus between cities for August 18, 2013. We chose Damri's bus with a price of Rp 180,000 / person. Because our return date same along with "arus balik mudik" so we have to spend money more expensive. This is Indonesia! Hahaha

Some articel said, only need two hours you can get on the top Mount Prau. But in fact we need 3hours 22minutes to the top with many stop for rest. Oh God! Trek via Patak Benteng the heck is shorter but very steeper. But trek really very very very tiring to climb. 

                                 i just took all photo with my phone, thank you Samsung! ;)







17.23pm
And really, really tiring. Full of climbs and only a few ramps. We started we started to climb from 14:55 pm until 18.17pm, i think. Very beautiful scenery along the way when climbing. Apparently many climbers choose Mountain Prau to celebrate Indonesian Independence Day. When we reached the peak of misty atmosphere, the temperature begins to cool. And some of the food being cold. Cooking oil to be frozen, wet tissue becomes dry, a damp tent, ribs and punctured with a sharp cold as that night. Might be expected to almost zero degrees Celsius temperature, because previously I read the news about the Dieng Plateau temperature when night temperatures reached zero degrees Celsius.

At night we could see the stars with the naked eye accompanied by the bright moonlight. It's remarkable. This is the moment that I'm waiting to see. Romantic! :')

And this is the moment that you wait for the morning ... sunrise! :3
5.16am
5.17am
5.29am
5.47am
5.49am
5.57am
6.11am
6.56am
9.22am

Do you wanna try? :3
Senin, 26 Agustus 2013

me.time

Hello guys! All postings are always preceded by greetings, how are you? I have not been writing. This year I was flaring. Though my zodiac says this year was a career year for me. But I feel this year is the year of entertainment for me because it is full of debauchery, traveling, and spending lots of money for sheer pleasure. This statement applies to this moment I'm writing. This year I started with the final challenge in college to pursue a Bachelor of Design. But somehow I feel like stranded to complete college education. Where my passion? I sampled all areas because I still find it confusing. And I feel lost when I handover the senate on campus. I feel so empty, I need to organize, I need the show, I'm happy to find a sponsor, I'm happy to communicate with new people, negotiate, create an event enjoyed by many people. Actually, therein lies the satisfaction. Maybe ... because now I just feel lost after high school since first working in the school organization.

I also like to sing with sweet words. I also love to write. I'm glad wished to make a story before bed. I love trying new things that other people might not like. I love to see the moon at night. I like beach sand. I love to travel. I love social media gives me money by playing. I like to draw. I love to learn animation. I love reading the words romantic and inspiring. I like to dance to the rhythm of music. I like yelling. I like that other people do not like, and I appreciate it.

So what to do?
Maybe God is telling me to think, act, and pray, and then try again, try again, again and again, then managed, successful, getting trials, rebuke, repent, tried to get up from the beginning again, again and again.

I like punctured when everyone is born with his or her passion. As for me? still dreamily at the age now. Was happy because you've found your true self. While you are likely to end up like me and have to try harder than Bobby! I envy like you, but I'm sure God has great plans for me, and I will not stop trying with what I like.

Get Will Soon!
Minggu, 10 Maret 2013

Long Trip East Java (PART II)

Yuhuuu..... i want to continue my story! hehe.. but in this part i want to use two languages. Biar lebih afdol gitu. hehe. Nah, pada kelajutan dari cerita sebelumnya yang berlokasi di bromo kali ini perjalanan kami berlanjut ke Sempu Island. Where is it? In Sumbermanjing, South Malang. In Sempu Island nothing house, people, hosss.. just animal and friends. Wow.. Pulau Sempu termasuk cagar alam yang dilindungi. Tapi kok kami bisa masuk dan berkemah 3 hari 2 malam? Nah loh.. awalnya saya sendiri tidak mengetahui secara jelas mekanisme nya, hanya googling dan liat di youtube dengan medan yang harus di tempuh. Just that! Tapi sebelumnya saya mau cerita dulu nih perjalanan dari bromo ke Pulau Sempu gimana. ^^
Trip to the island of Bromo Sempu very very very long. We chek out of the inn at 06.00am. And we went to the terminal Probolinggo with ELF vehicle. The journey to the terminal need 1-2 hours. And continued to ride the "Bus Kota", Probolinggo - Arjosari with nearly 3 hour long trip at a cost of 12K rupiah. We stopped at Arjosari lunch and then went on to hire public transportation to get to Pasar Turen. And then, perjalanan kami belum selesai loh ... diperjalanan angkotnya mogok karena nggak kuat menanjak. There's 1 more trip though. We hired him with public transportation are all acquaintances for the next vehicle, the vehicle ELF. So the location of public transportation strike the driver asked for his help to pick the side of the road before Pasar Turen. For the price it 13ribu ride public transportation per person. And rental ELF only 15K rupiah per person up to Sendang Biru. Do you know? It turns out the car broke down traveling from location to Sendang Biru nearly took about 3.5 hours. We arrived at the Sendang Biru at 4 pm. :')

on the way nyebrang ke Pulau Sempu
Setau saya, untuk menyebrang Pulau Sempu tidak diperbolehkan lewat dari jam 4sore, ya balik lagi ke cerita awal, karena Pulau Sempu hanya ada kehidupan para binatang dan kawan-kawannya. Manusia harus berjalan penuh untuk mencapai ke Segar Anakan. Tapi kenyataannya kami boleh mengurus perizinan masuk ke Pulau Sempu setelah lewat dari jam yang ditentukan. Suasana sore itu gerimis. Tapi kami memang sudah siap membawa Jas ujan ponco untuk jaga-jaga. Dan sore itu juga kami menyebrang ke Pulau Sempu sekitar 5 - 10 menit saja, karena lokasinya sangat dekat dari Sendang Biru alias keliatan di depan mata dari tempat berdiri. Nah, karena alasannya sudah sore, kami harus membayar kapal lebih mahal, yang harusnya 100K menjadi 150K. Sarannya nih kalo mau trekking ke Pulau ini gunakan jasa guide, apalagi kalo trekking sore. Medan yang kami tempuh tak disangka-sangka sangat berat. Karena situasinya becek, berlumpur, sore menjelang malam, butuh senter, lelah, lapar, dan masih banyak lagi. Dan dari kami 13 yang ikut mungkin 100% ini pengalaman pertama kami trekking malam. 
SAAAANNNNGGGGGGGAAAAAAATTTTT........  EMEJING! 
Kata orang-orang sih butuh 2jam buat trekking hingga sampai ke Segar Anakan. Kami start sekitar pukul 5.25pm dari Tepi pantai Pulau Sempu dan sampai ke Segar Anakan pukul 0.32am, hari Sabtu tanggal 2 Maret 2013.. Luar biasa yah.. Sepanjang jalan saya balet, alias kepeleset terus karna sepatu yang saya sewa di penyewaan Sendang Biru ternyata longgar, bisa dibanyangkan betapa tidak nyamannya menggunakan sepatu yang longgar di lumpur? Kenapa longgar? Awalnya sepatu tersebut pas di gunakan, tapi? karena efek lumpur, sepatu tersebut jadi longgar, sepatu yang terbuat dari bahan karet. Sedih banget deh pokonya. Dan gak cuman lumpur aja, kita juga harus mengarungi tebing dini hari yang terjal, membawa keril, sedikit penerangan. Sepanjang jalan itu pemandangannya horror banget. Liat ke langit-langit banyak pohon, perasaan kaya banyak ngeliatin banyak putih-putih ngegantung di pohon. Entah kami nggak peduli, saat itu kondisinya cuman satu.. lelah dan ingin lekas sampai. Persediaan minum yang kami bawa pun dengan cepat habis, air..... air.... kamu bawa aqua yang ukuran besar, masing-masing orang wajib membawa 3botol. Bisa dibayangkan dong beratnya kaya apa? belum lagi tenda, pasak, terpal, dan perlengkapan masing-masing. Karena di Segar Anakan tidak ada air tawar, hanya air laut saja. Guide kami pun terlihat putus asa, entah apa yang terjadi padanya. Hanya saja seperti binggung. Dan rintangan yang paling berat menuju Segar Anakan adalah berjalan melewati pinggir tebing yang belumpur. Saya berjalan dituntun oleh teman saya karena sepatu saya yang longgar. Kami berjalan berpegangan dengan akar-akar yang tumbuh didinding tebing, berjalan setengah miring karena membawa beban tas, dan sampai akhir nya kami sampai....

INDAH SEKALI... berlari menuju tepi pantai mempersihkan kaki, tangan, dan muka yang penuh lumpur. Oh My God, indah banget ketika saya merebahkan badan di atas pasir dengan pemandangan langit yang bertabur bintang serta ditemani bulan yang terang, sungguh menawan. Indahnya kuasa Tuhan. :')

Dan kami tidak salah memilih hari, kami sampai pada malam minggu.. yuhuu.. banyak yang kemping di sini. Awalnya kami ketakutan soal penentuan hari, takut nggak ada barengan. Setelah itu kami lekas mendirikan 2 tenda dan segera istirahat, karena raga sangat lelah.
Ketika pagi tiba.. padahal rasa lapar itu menggebu-gebu.. kami hanya makan biskuit dan roti yang kami bawa dan melihat pantai yang indah kami langsung cuuuus. Selama disini bekal yang kami bawa makanan kering, beras, teri kacang, roti, biskuit, susu kental manis, kornet kronas (digadoin), sambel terasi, indomie kari ayam (sampe trauma makan ini), segala bir juga dibawa, dan masih banyak lagi deh. Entah kami tuh mau piknik atau apa ya namanya, makanan yang kami bawa over sekali, jadi dibagi-bagiin deh sama orang-orang yang lagi kemping disana. :D
 

pagi 
pagi - siang


By the way, ngerti kan kalo di sini gak ada rumah penduduk berarti ngerti juga kan kalo disini gak ada toilet, gak ada listrik, gak ada dapur? Nah itu sih udaha prepare dulu, jangan lupa power bank, tissue basah buat cebok hehe, peralatan masak (nesting) / parafin / spirtus, sleeping bag (tapi saya gak bawa sih). Oiya kalo pagi-siang monyet disini pada turun ke bawah mencari makan, jadi kalo perlu bawa gembok kecil buat kunci tenda, soalnya monyet disini pintar-pintar hehe. 

tenda kami ada 2, dan ini sewa
dari atas segar anakan 
tepi luar segar anakan, laut lepas samudra hindia


SAMUDRA HINDIA
tepi luar segar anakan, laut lepas samudra hindia, keren ya \m/
we \m/

korban dekil, rambut kusut campur pasir, kurang asupan
makan enak & kulit terbakar. 
Hari Minggu para penghuni kemping banyak yang pulang, akhirnya tenda yang tersisa hanya tinggal 3 rombongan saja. Cukup hening dan seru, seakan ini pulau punya sendiri aja tuh. hehe. Kami pulang hari Senin pagi dan kamu tau nggak? hanya butuh 2 jam saja kami trekking pulang. Karena medan yang ditempuh kering. hoho... dan kami dijemput kembali dengan perahu yang kemarin itu.. Oiya 150K itu udah ongkos pergi pulang untuk biaya sewa satu kapal ya. Di sini saya irit baju, jadi gak heran bajunya cuman ituitu aja. :3

nunggu jumputan kapal untuk balik ke sendang biru
Kesan saya ke Pulau Sempu sangat menarik. Cuman akan lebih menarik lagi kalau kamu nggak ke Pulau ini. Ekosistem disini masih sangat bagus, saya hampir terkena gigitan kelabang yang gede nya naujubilah, persis kaya yang diliat di National Geograhic. Dan konon katanya disini macan tutul, ular sanja dan geng nya mereka masih ada disini. Tapi saya cuman liat monyet aja tuh sama kelabang super. hehe. 
Saya denger sih udah ada kampanye untuk mengajak orang-orang tidak ke pulau ini, itu bagus, saya setuju dengan hal itu karena terakhir saya kesini sampahnya banyak banget. Mereka lupa bawa pulang sampah setelah berkemah. Dan lebih baik lagi kalau ada kampanye yang mengajak anak muda untuk "Kerja Bakti di Pulau Sempu". Buat kamu yang baca tulisan saya coba tuh dipikirkan lagi. Mungkin bisa jadi ide anda. Katanya sih Cagar Alam, cuman mengurus perizinan masuk sangat mudah dan cepat. Polisi hutannya kemana atuh? Sayang banget kan, Pulau tak berdosa ini kotor gitu aja. (^o^)