Copyright © amaliata
Jumat, 24 Januari 2014

Inspirasi Rumah Kebun

"Aku terlalu cinta dengan daun yang tak bisa dipisahkan dari tanah. Mimpiku sangat sederhana, kelak menginginkan gubuk yang luas tanahnya kelak untuk anak-anak ku nanti bermain, mengenal alam, jatuh cinta pada daun, dan menghabiskan sisa waktunya dengan tanah, dimana tempat mereka akan kembali kepada Sang Pencipta."

Menurut ku, hidup paling bahagia adalah bisa bersama-sama orang yang dicinta, membahagiakan orang lain tanpa pamrih, dan hidup berdampingan dengan alam semesta tanpa ada jeda. Sampai terfikir, sisa hidupku kini hingga akhir hanya ingin memanjakan semesta dan melindunginya dari kerusakan. Seperti rumah impian ku, "rumah ku adalah kebunku". Semoga menginspirasi

1. Karena mimpi memiliki rumah besar terlalu mainstream, makan taman besar menjadi impian untuk lahan bercocok tanam
Indonesia negara agraris yang dulunya dipenuhi dengan petani, maka dari itu kita (dari dulu) bisa makan nasi, tapi nyatanya sekarang kebanyakan beras import. Huufttt.. Tanamkan jiwa nenek moyang kepetanian kita dengan memulai bercocok tanam di rumah. Semisal di Ibukota bercocok tanam yanh bosa di udara panas semacam cabai, pepaya, pisang, mangga, duren, jambu dan masih banyak lagi. Ada banyak teknik yang digunakan untuk bercocok tanam mulai dari menamam dengan media tanah, hidroponik, aquaponik, vertikultur, aeroponik let me know jika ada yang baru! Seru kaaan!!! ;)

2. Karena dunia penuh warna, maka ekspresikan dirimu
Menjaga keseimbangan ekosistem sangatlah penting. Dari pada beli rumah gede tapi gersang tak ada pepohonan? Maka buat sebaliknya! Koleksi tanaman di rumah mu, supaya lebih keren, coba permainan warna saat memilih tanaman.

3. Penggunaan cat tembok sering membuat overbudget perawatan rumah, ganti cat tembok dengan tanaman menjalar
Tanaman hias merambat selain membuat lebih cantik juga akan membuat udara lebih segar terlebih jika anda tinggal di daerah perkotaan yang sangat minim tanaman hijau.Tanaman hias merambat akan sangat cocok untuk nuansa rumah hijau. Dengan warnanya yang merata, tanaman ini akan cocok bila anda tempatkan pada vertical garden, pergola, atau pagar rumah tumbuh. Tampilan hijau segar akan terlihat lebih elegan serta mewah.

4. Niat sudah baik, pilih tanaman yang multifungsi.
Sirih gading (Epipremnum aureum)
Polusi udara yang ada disekitar kita secara tak sadar akan terhirup dan masuk tubuh kita bersamaan dengan kita bernafas. Jika setiap hari zat polutan yang kita hirup bertambah terus, maka kadar dalam tubuh juga akan meningkat. Tahukah kamu bahwa ada tanaman yang menyerap polutan dan gas-gas berbahaya dan berbagai bahan kimia lain yang hadir di udara seperti Spider plant, Pakis Boston, English Ivy,Areca Palm, Sirih gading, Lidah Buaya/Aloe Vera, Chinese Evergreen, Lidah Mertua/Snake Plant, Marginata, Peace Lily, Fagraea Sasakii, Gerber daisy, Aglaonema Commutatum, Brassaia Actinophylla, Chlorophyium Capense, Pakis Asparagus, Kaktus, Lili Kaffir. Palm Bambu, Anthurium Putih.

5. Dibuang sayang, sulap barang lama menjadi hiasan cantik
Berencana membersihkan rumah dan menemukan buanyak barang bekas yang sudah tak terpakai?Tenang, kamu bisa recycle barang bekas kamu menjadi barang-barang yang sangat berguna. Inspirasi DIY (Do It Yourself) emang nggak ada matinya! Kamu bisa cari referensi DIY Garden Ideas di pinterest.com 


Kehadiran Solar Panel bisa lengkapi ke "Go-Green"an mu

Penggunaan solar panel masih langka di Indonesia. Saat ini kamu bisa temukan di beberapa ruas jalan yang menggunakan tenaga solar panel untuk menghidupi lampu-lampu jalanan. Dari dulu booming sampai sekarang yang tetap adalah harganya, masih mahal. Di luar negeri seperti China, Jepang & Negara-negara Eropa. Harganya satu lembar solar panel itu sekitar US$ 260 atau sekitar Rp 3 juta, jadi kalau dua lembar kan Rp 6 juta hasil listriknya 500 watt, kalau semua atap rumah dipasang pasti cukup signifikan kan. Memang harganya mahal, tapi bisa menghapus budget listrik setiap bulan selama 25 - 30 tahun ke depan.